Saatmemeriksa hasil jawaban murid, guru akan dipermudah dengan penggunaan teknologi AI. Tidak memerlukan banyak waktu untuk memeriksa hasilnya. 6. Learning Analytics. Penggunaan blog banyak dilakukan saat ini, guru dapat mempublikasikan konten berupa tulisan, video atau rekamanan suara yang merupakan materi pelajaran. Lalu meminta murid untuk
Dampakdari guru yang tidak efektif dalam pengajarannya sebagai seorang pendidik. Seperti pada gambar diatas dapat kita lihat bersama dimana proses pembelajarannya tidak efektif ada sebagian siswa yang menulis,ada yang bercakap-cakap otomatis sebagian proses pembelajaran yang dilaksanakan tidak efektif karena hanya sebagian yang memperhatikan
Ketimbangmereka mempelajari materi yang sesuai dengan kurikulum nasional. Persoalan pendidikan di pedalaman Papua ini bukanlah persoalan kurikulum nasional yang kurang cocok dengan kultur pendidikan di Tanah Papua. Banyak anak Papua yang masih buta aksara yang di alami anak pedalaman Papua, umtuk mengatasi hal tersebut harus di berikan
KursusKelompok yaitu pembelajaran mandiri yang bisa dilakukan oleh peserta melalu platform digital. Di sini, tidak ada guru atau mentor yang akan memberikan pelajaran. Semua sesi beajar dilakukan sendiri oleh para peserta kursus. Di sini juga ada beberapa peserta dalam satu kelompok yang akan belajar bersama dalam 5 sesi.
Masih adanya peserta didik yang tidak ikut pesantren kilat. -Peningkatan rasa jiwa nasianalisme pada peserta didik dan tenaga pendidik. -Belum memiliki konten digital yang banyak dan bervariasi. Guru menjelaskan materi pelajaran dari buku paket dan sumber belajar lainnya. Guru memberikan contoh atau permasalahan yang berhubungan dengan
Bukuteks merupakan salah satu sumber belajar dan bahan ajar yang banyak digunakan dalam pembelajaran. Buku teks memang merupakan bahan ajar sekaligus sumber belajar bagi siswa yang konvensional. Namun meskipun konvensional dan sudah dipergunakan cukup lama dan banyak yang menganggap tradisional, buku teks pelajaran masih cukup mampu memberikan kontribusi yang baik pada pembelajaran.
Terdapatsejumlah alasan, mengapa guru perlu untuk mengembangkan bahan ajar, yakni antara lain; ketersediaan bahan sesuai tuntutan kurikulum, karakteristik sasaran, dan tuntutan pemecahan masalah belajar. Pengembangan bahan ajar harus memperhatikan tuntutan kurikulum, artinya bahan belajar yang akan kita kembangkan harus sesuai dengan kurikulum.
Kurikulum2013 belum dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh guru karena banyak perubahan yang menyebabkan terjadinya permasalahan. Permasalahan tersebut diantaranya, sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran guru dituntut untuk melakukan analisis buku guru maupun buku siswa, pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan scientific, dan bentuk penilaian pembelajarannya otentik.
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengungkapkan bahwa banyak peserta didik yang tidak suka pelajaran sejarah. Sebab, mereka menganggap merupakan mata pelajaran tersebut bukan esensial. "Hari ini saja mata pelajaran itu tidak disukai anak. Di ujian kan juga tidak menjadi hal yang penting dan tidak menjadi nilai kelululusan
MenurutWikipedia pengertian E-book adalah publikasi buku yang tersedia dalam bentuk digital, terdiri dari teks, gambar, atau keduanya, dapat dibaca di layar komputer layar datar atau perangkat elektronik lainnya. Meskipun kadang-kadang didefinisikan sebagai "versi elektronik dari buku cetak", beberapa e-book dibuat tanpa adanyak versi
HzoKG. Bacalah paragraf berikut dengan saksama ! untuk soal nomor 1 dan 2. 1 Masih banyak guru yang belum mengetahui adanya buku pelajaran digital. 2Padahal, Kementerian Pendidikan Nasional sudah menyiapkan 49 judul buku digital kecil di internet. 3 Karena itu, pada awal tahun ajaran sekarang, kemungkinan kecil sekolah menggunakan buku digital. 4 Walaupun program tersebut sangat bermanfaat dan menguntungkan murid, orang tua dan guru belum sepenuhnya memahami cara memperolehnya. 5 Di samping itu, banyak guru belum mengenal belum buku digital yang diakses dari internet sehingga mereka harus dibekali pengetahuan tentang internet. 1. Ide pokok paragraf tersebut adalah . . . . A. Empat puluh sembilan judul buku digital B. Buku pelajaran digital di internet C. Kemungkinan penggunaan buku digital D. Keuntungan program buku digital E. Pengetahuan guru tentang buku digital Pembahasan Ide pokok paragraf atau biasa dikenal dengan gagasan utama yang merupakan bagian penting dalam suatu paragraf. Ide pokok paragraf tersebut adalah pengetahuan guru tentang buku digital. Jawaban E 2. Kalimat fakta dalam paragraf tersebut adalah nomor . . . . A. 1 D. 4 B. 2 E. 5 C. 3 Pembahasan Kalimat fakta merupakan kalimat yang berdasarkan kenyataan dari sebuah peristiwa. Kalimat fakta dalam paragraf tersebut adalah nomor 2. Jawaban B 3. Bacalah paragraf berikut dengan saksama ! 1 Ratusan batu nisan berderet di Punggungan Dughla, meter dari permukaan laut itu memuat nama pendaki puncak gunung itu. 2 Kabut tipis menyamarkan nama-nama yang dipahat di batu itu. 3 Berada di jalur utama pendakian Gunung Everest, deretan nisan tanpa jasad itu mencekam setiap pendaki yang hendak menjajal puncak tertinggi bumi. 4 Nama-nama itu adalah mereka yang hilang atau tewas di Everest sejak gunung ini pertama kali didaki. 5 Scott Fischer salah satu nama legende yang dipahatkan di batu nisan itu tewas bersama tujuh pendaki lain dalam tragedi Mei 1996. Kalimat yang merupakan opini dalam paragraf tersebut adalah nomor .... A. 1 D. 4 B. 2 E. 5 C. 3 Pembahasan Kalimat opini adalah kalimat yang menyatakan pendapat, kesan, atau tanggapan atas suatu hal. Suatu opini memungkinkan terjadinya perbedaan antara orang yang satu dengan orang lainnya. Jawaban C Bacalah paragraf berikut dengan saksama ! untuk soal nomor 4 dan 5. Anak-anak memiliki kebutuhan tidur yang lebih banyak daripada orang dewasa. Hal ini dikarenakan anak-anak masih dalam masa pertumbuhan yang notabene membutuhkan banyak energi untuk terus tumbuh. Namun, secara umum kebutuhan tidur orang dewasa berkisar antara 7 sampai 9 jam per hari. Hal itu terungkap dalam seminar kesehatan di Jakarta yang dihadiri oleh ratusan pendengar. Kebutuhan tidur sangat bervariasi pada setiap orang karena kebutuhan tidur dipengaruhi oleh tingkat aktivitas, umur, kondisi fisik, dan psikologis. 4. Makna istilah psikologis dalam paragraf tersebut adalah .... A. Perkembangan jiwa D. Ilmu jiwa B. Keadaan jiwa E. Hal kejiwaan C. Pertumbuhan jiwa Pembahasan Istilah psikologis berasal dari kata dasar psikologi yang artinya “ilmu kejiwaan”. Istilah tersebut mendapat akhiran –is yang bermakna “sifat”. Dengan demikian, psikologis berarti “sifat atau keadaan kejiwaan”. Jawaban B 5. Kesimpulan paragraf tersbut adalah .... A. Kebutuhan tidur sangan bervariasi pada setiap orang. B. Kebutuhan tidur sangat dipengaruhi oleh kondisi. C. Kondisi kebutuhan tidur anak-anak sangat bervariasi. D. Anak-anak membutuhkan tidur yang cukup banyak. E. Kebutuhan tidur orang dewasa sangat bervariasi. Pembahasan Pada umumnya letak kesimpulan berada pada bagian akhir paragraf. Seperti pada soal tersebut, kesimpulan paragraf itu adalah “kebutuhan tidur sangan bervariasi pada setiap orang”. Jawaban A 6. Cermatilah paragraf berikut ! Lembah Harau, di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat merupakan jurang yang besar dengan diameter mencapai 400 meter. Di Harau ini banyak keindahan yang memukau. Tebing-tebing granit menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. ... Dari mulai memasuki Lembah Harau, pengunjung sudah menikmati tebing-tebing granit ini. Kalimat deskripsi yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang dalam paragraf tersebut adalah .... A. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80-300 meter. B. Sebagian pemanjat tebing dunia telah mengunjungi tempat ini untuk dipanjatnya. C. Banyak orang membandingkan Lembah Harau yang indah dengan “Grand Canyon”. D. Pengunjung menikmati keindahan alamnya dalam udara yang sangat segar dan bersih. E. Tebing granit di Lembah Harau sudah lama menjadi daya tarik wisata Provinsi Sumatra Barat. Pembahasan Kalimat deskriptif adalah kalimat yang menggambarkan orang, benda, alam, dan yang lainnya. Kalimat deskriptif ditandai oleh banyaknya penggunaan kata sifat di dalamnya. Contoh kalimat deskriptif, “Tebing-tebing yang terjal ini mempunyai ketinggian 80-300 meter kata-kata bergaris bawah merupakan kata sifat. Jawaban A 7. Bacalah paragraf berikut dengan saksama! Koperasi mempunyai prinsip dasar menyejahterakan seluruh anggotanya dan sebagai kekuatan penyeimbang dalam........ ekonomi. Koperasi perlu dikembangkan dengan membentuk jaringan kerja mitra antarkoperasi dari berbagai dunia. Tidak adanya koperasi, usaha kecil menengah sulit bersaing dengan perusahaan-perusahaan multinasional, yang dikelola dengan mengedepankan prinsip..., efisiensi, dan... Kata serapan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah.... A. sistem, efektivitas, dan produktivitas B. sistem, efektivitas, dan produktifitas C. sistem, efektifitas, dan produktifitas D. sistim, efektifitas, dan produktifitas E. sistim, efektifitas, dan produktifitas Pembahasan Kata serapan yang tepat yaitu sistim seharusnya sistem, efektifitas seharusnya efektivitas, produktifitas seharusnya produktivitas Jawaban A 8. Bacalah kutipan paragraf di bawah ini! Aparat hukum bertugas memberantas pelaku kejahatan narkoba, terutama dari sisi peredaran gelap narkoba. Lembaga kesehatan, pendidikan, sosial, dan agama berperan mencegah dan menanggulangi masalah itu terutama dari sudut penggunaan atau penyalahgunaan narkoba. Pihak keluarga pun tidak kalah penting dalam menanggulangi barang haram tersebut. Memang pemerintah dan masyarakatlah yang bertanggung jawab dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf di atas termasuk jenis paragraf . . . . A. Campuran D. Menyebar B. Induktif E. Ineratif C. Deduktif Pembahasan Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir paragraf. Jadi paragraf tersebut termasuk paragraf induktif karena kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf, yaitu Memang pemerintah dan masyarakatlah yang bertanggung jawab dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Jawaban B 9. Bacalah kutipan paragraf di bawah ini! Rendahnya minat baca pada siswa disebabkan dua faktor. Faktor tersebut bersifat internal dan eksternal. Faktor internal antara lain, siswa tidak suka membaca, malas, dan kurangnya motivasi. Sedangkan faktor eksternal antara lain, terbatasnya jumlah dan keragaman buku, serta kurang adanya keteladanan dari orang tua dan guru. Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf di atas termasuk jenis paragraf . . . . A. Deduktif D. Menyebar B. Induktif E. Ineratif C. Campuran Pembahasan Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf. Jadi paragraf tersebut termasuk paragraf deduktif karena kalimat utamanya terletak pada awal paragraf, yaitu Rendahnya minat baca pada siswa disebabkan dua faktor. Jawaban A 10. Bacalah kutipan paragraf di bawah ini ! Pemanasan global yang mengakibatkan kenaikan suhu di atas permukaan bumi mengancam keberadaan Negara-negara kepulauan seperti Indonesia, Filipina, dan itu dikatakan Ketua Program Doktor damn Magister Pengelolaan dan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pasca Sarjana Sumatera Utara USU, Prof. Dr. Alvi Syahrin, saat sosialisasi Mitigasi dan Perubahan Iklim, di Medan, mengatakan, pemanasan global yang terjadi diramalkan juga akan mencairkan es Greendland hingga menyebabkan naiknya permukaan laut menuju tujuh meter. Isi kutipan paragraf di atas adalah . . . . A. Pemanasan global yang mengakibatkan kenaikan suhu B. Pemanasan global mengancam neagara-negara kepulauan C. Pemanasan global dikatakan oleh Prof. Dr. Alvi Syahrin D. Pemanasan global yang terjadi akan mencairkan lapisan es E. Pemanasan global mengancam Indonesia Pembahasan Karena didalam paragraf tersebut dikatakan bahwa pemanasan global yang terjadi akan mencairkan lapisan es Greendland hingga menyebabkan naiknya permukaan laut menuju tujuh meter. Jawaban D
Dunia tengah memasuki revolusi digital atau industrialisasi keempat. Penggunaan Internet of Things IoT, big data, cloud database, blockchain, dan lain-lain akan mengubah pola kehidupan manusia. Murid, misalnya, dengan mudah dapat menemukan informasi melalui internet untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya. Bahkan, untuk kondisi tertentu seperti di daerah-daerah 3T terdepan, terluar, tertinggal, gawai dapat menggantikan orang tua dan guru. Di daerah seperti ini kebanyakan orang tua tidak mampu membimbing anaknya belajar. Guru yang baik pun jarang ditemukan. Di masa depan, pengajaran kepada murid bisa jadi fungsi perusahaan digital juga. Selain di sekolah, anak dapat belajar di mana saja. Betulkah gawai negatif? Kini lebih dari 93 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet dan sekitar 71 juta memiliki telepon seluler ponsel. Mereka cenderung terhubung dengan media digital. Sebagian adalah orang muda yang senang terhubung connected dan berkomunikasi-communicate, serta menggandrungi perubahan change. Sebagian besar adalah generasi baru yang menghadapi pergeseran kebiasaan lama ke tradisi baru yang tidak mudah menduga arahnya. Perkembangan dunia digital begitu dinamis yang lambat laun bukan sekadar mempengaruhi tapi mengubah gaya hidup masyarakat tanpa dapat dihindari oleh siapa pun. Dunia tidak perlu menunggu waktu satu abad untuk mengalami perubahan era digital. Anak sekolah sekarang ketika dewasa kelak akan berhadapan dengan digitalisasi kehidupan. Diperkirakan 65% ragam pekerjaan sekarang akan tergantikan oleh jenis pekerjaan baru yang kini belum terbayangkan. Sebut saja, misalnya, ketika perangkat proyektor diaplikasikan pada komputer dan HP, maka berbagai pabrik proyektor dan bahkan televisi akan segera tutup, pengunjung bioskop pun menghilang. Banyak pemangku kepentingan pendidikan, baik birokrat, tokoh masyarakat, maupun orang tua murid yang mengkhawatirkan dampak negatif penggunaan telepon seluler oleh anak. Banyak pula sekolah yang melarang murid membawa ponsel. Padahal, sebagai alat komunikasi, baik atau buruknya penggunaan gawai tergantung kepada pemakai. Dukungan dari semua pihak yang relevan terkait upaya meminimalkan dampak negatif media digital tentu diperlukan. Namun, penggunaan gawai untuk tujuan positif harus diberi ruang seluas-luasnya. Inovasi teknologi untuk pendidikan Salah satu area teknologi digital dapat memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat adalah di sektor pendidikan. Masih banyak komunitas di Indonesia yang mayoritas orang tua tidak mampu membantu anaknya belajar. Penyebabnya bisa karena mereka berpendidikan rendah atau jarang berada di rumah. Selain itu, masih banyak guru yang kemampuan mengajarnya meragukan, sebagaimana terindikasi bahwa lebih dari separuh mereka tidak lulus uji kompetensi guru UKG. Hasilnya banyak anak Indonesia mendapatkan kualitas pengajaran dan pendidikan yang rendah. Hasilnya kemampuan membaca, berhitung, dan pengetahuan sains anak-anak Indonesia berada di bawah Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Thailand berdasarkan tes PISA The Programme for International Student Assessment 2016. Sebuah perusahaan berbasis teknologi digital, Ruangguru, berupaya memberikan solusi untuk masalah pendidikan di Indonesia dengan menyediakan platform pembelajaran via gawai. Indonesia memiliki 3,1 juta guru tetap ditambah lebih dari 700 ribu guru honorer. Sekitar separuh dari jumlah tersebut memiliki kompetensi cukup untuk dapat mengajar dengan baik. Sebagian dari guru kelompok terbaik berpotensi besar untuk menjadi mitra kerja perusahaan pembelajaran digital. Perusahaan digital Ruangguru, didirikan pada 2014, saat ini telah merekrut melalui seleksi ketat sekitar 150 ribu guru untuk bergabung dalam platform mereka. Para guru ini adalah mitra kerja Ruangguru sebagai tutor yang membantu anak memahami materi pelajaran. Modul bimbingan belajar setiap materi disajikan secara visual dan dapat diunduh pengguna. Murid membayar setiap paket belajar yang dipilihnya, mulai puluhan ribu sampai jutaan rupiah. Guru tutor mendapat penghasilan sesuai dengan jumlah pengguna yang mengikuti paket belajarnya. Pada awal 2018, lebih dari tujuh juta murid SMP dan SMA menjadi pengguna. Jumlah anak sekolah SMP dan SMA di Indonesia 14,6 juta ditambah murid SMK sebanyak 4,8 juta orang. Berbagai aplikasi Ruangguru menempati peringkat pertama untuk kategori pendidikan di Google Play dan iOS App Store. Contoh layanan yang disediakan Ruangguru, misalnya Ruangguru “On-The-Go”, yaitu aplikasi untuk mempermudah murid menyaksikan video tanpa kuota internet. Ruangguru juga memudahkan murid untuk mengakses ribuan video materi, pembahasan dan latihan dari beragam mata pelajaran tiap-tiap tingkatan kelas. Video tersebut didesain dan diproduksi Ruangguru bersama guru tutor pilihan. Sebuah produk Ruangguru, bernama “digitalbootcamp”, yaitu platform belajar kelompok dengan bimbingan tutor siaga. Grup chat belajar ini memanfaatkan modul bimbingan belajar lengkap, latihan soal dan tryout, serta akses video materi yang tersedia di “ruangbelajar.” Melalui layanan “digitalbootcamp” Ruangguru berhasil membantu lebih dari 96% pesertanya meraih nilai rata-rata di atas 70 pada Ujian Nasional 2017. Ruangguru juga menawarkan beberapa produk lain, seperti “ruanglesonline” layanan bimbingan belajar sesuai kebutuhan. Melalui “ruanglesonline” anak mengirimkan foto soal dan menuliskan pertanyaan terkait soal tersebut. Dalam waktu 3 menit dia akan terhubung dengan tutor. Kemudian tutor membantu anak belajar via chat selama 30 menit dengan biaya Sementara itu, layanan “ruangles” menyediakan ribuan profil guru privat berkualitas yang dapat dipilih anak sendiri untuk membimbingnya belajar di rumah atau tempat lain yang disepakati. Anak dapat juga menyampaikan kebutuhan belajarnya dan Ruangguru akan memilihkan tutor yang paling pas untuk anak. Guru privat membuat rencana belajar sesuai kebutuhan anak dan secara rutin melaporkan perkembangan belajar kepada orangtua anak. “Ruangles” adalah portal pencarian guru privat terbesar di Indonesia. Para guru juga bisa memanfaatkan aplikasi “ruangkelas”, layanan Learning Management System yang disediakan secara gratis untuk guru dan murid di Indonesia. Aplikasi ini membantu guru memberi tugas dan memonitor perkembangan belajar murid. Guru dapat memberikan tugas dan ujian kepada murid secara online di mana saja dan kapan saja. Guru dapat memonitor hasil tugas yang dikerjakan murid secara langsung dan mudah. Guru dapat mengevaluasi kemampuan murid untuk tiap mata pelajaran secara otomatis. Potensi yang harus digali “Sekolah” berasal dari bahasa latin yang arti sebenarnya adalah waktu luang. Sekolah merupakan kegiatan di waktu luang bagi anak dan remaja di tengah hak dasar mereka untuk bermain menikmati masa mudanya. Dalam perkembangannya, makna sekolah berubah menjadi lembaga tempat berprosesnya ajar antara murid dan guru yang memerlukan tempat dan dukungan berbagai alat bantu pembelajaran dalam suasana birokratis. Di masa depan, dengan perkembangan teknologi, anak dapat belajar di mana saja dan guru pun dapat menjadi fasilitator dan moderator pembelajaran tanpa terikat ruang fisik. Ruangguru sudah menunjukkan sedikit gambaran bagaimana itu dapat terlaksana. Ke depan, Indonesia memang masih memerlukan banyak pembangunan startup yang menawarkan layanan-layanan spesialis, seperti perusahaan digital “Sanggaripa,” “Sanggarips,” “Sanggarhitung, "Sanggarbaca,"dan lain-lain untuk memberi pengajaran kepada murid,” Lemaripustaka" yang menyediakan bacaan bagi murid, dan “Pondoksantri” dan “Kitabkuning"yang mempromosikan berbagai pelajaran madrasah dan pesantren. Pemerintah Indonesia saat ini memfasilitasi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital untuk mendorong pengembangan dan penggunaan teknologi dalam menyediakan berbagai solusi inovatif. Namun, yang tak kalah penting dari pengembangan startup digital adalah pemerataan pembangunan infrastruktur digital di seluruh pelosok negeri. Agar Indonesia dapat memanfaatkan perkembangan teknologi era digital, dukungan internet berkapasitas besar dan supercepat di semua desa dan sekolah diperlukan.
Kompetensi seorang guru masih menjadi tolak ukur penilaian guru. Seorang guru yang baik mampu mencerminkan kompetensi yang dimiliki. Akan tetapi, kompetensi guru di sini sudah ada aturannya. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi. Dengan kata lain, kompetensi guru perlu dikembangkan dan terus dilakukan guna kemajuan pendidikan. Di era sekarang yang sudah serba digital sudah tentu menjadi tantangan tersendiri untuk para guru. Apalagi adanya pandemi covid-19 yang mengharuskan guru mampu menguasai teknologi guna menunjang proses pembelajaran. Artinya, di era digital seperti sekarang ini seorang guru harus mampu mengupgrade kompetensi agar tidak ketinggalan zaman. Sebelum membahas upaya apa yang kiranya bisa meningkatkan kompetensi guru maka, perlu diingat kembali mengenai 4 standar kompetensi itu sendiri. Penjelasan mengenai standar kompetensi guru bisa dilihat di bawah ini Kompetensi Pedagogik Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan atau keterampilan seorang guru dalam mengelola suatu proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan peserta didik. Sub kompetensi pedagogik ada tujuh yaitu Karakter Perserta Didik. Teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik Pengembangan kurikulum Pembelajaran yang mendidik Pengembangan potensi peserta didik Cara berkomunikasi Penilaian dan evaluasi belajar Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian guru berkaitan dengan karakter personal yang dimiliki seorang guru. kompetensi kepribadian ini artinya guru harus mampu mencerminkan kepribadian yang positif misalnya jujur, disiplin, empati, berakhlak mulia dan sebagainya. Sebagai guru yang baik maka harus mampu menjadi contoh bagi peserta didiknya. Kepribadian yang dicerminkan seorang guru sebaiknya kepribadian sebagai guru profesional di mana seorang guru mampu menempatkan diri dengan baik ketika memberikan pembelajaran kepada peserta didik. Artinya dibutuhkan peran guru dalam membantu membentuk kepribadian peserta didik. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional guru merupakan kemampuan atau ketrampilan guru dalam menguasai materi agar tugas keguruan dapat terselesaikan dengan baik. Kompetensi profesional guru adalah implementasi dari segala materi maupun pengetahuan yang dimiliki oleh guru. Kompetensi profesional berkaitan dengan hal yang bersifat teknis dan berhubungan langsung dengan kinerja guru. Berikut ini merupakan indikator seorang guru dikatakan profesional diantaranya yaitu Menguasai berbagai materi pelajaran terutama mata pelajaran yang diampu mencakup struktur pelajaran, konsep pelajaran, dan pola pikir keilmuannya. Menguasai standar kompetensi SK, kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, dan tujuan pembelajaran dari pelajaran yang diampu. Mampu mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif sehingga mampu memberi pengetahuan lebih luas dan mendalam. Mampu melakukan refleksi terhadap diri sendiri demi mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan. Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran dan juga untuk pengembangan diri. Dengan menguasai beberapa penjelasan yang sudah dijelaskan di atas diharapkan guru mampu bersikap profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai guru. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial guru adalah kemampuan dalam berkomunikasi, bersikap dan berinteraksi secara umum kepada peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, tenaga pendidik, dan masyarakat secara umum. Beberapa ketrampilan guru dalam kompetensi sosial adalah sebagai berikut Mampu bersikap inklusif, bertindak objektif, dan tidak diskriminatif terhadap seseorang terkait latar belakangnya, fisik, status sosial, jenis kelamin, ras, dan sebagainya. Mampu berkomunikasi secara efektif, bersikap empatik, dan santun. Mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan. Mampu beradaptasi di lingkungan tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia dengan berbagai macam keragaman sosial budaya untuk mengembangkan kualitas daerah sekitar. Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru di Era Digital Sebelumnya telah dibahas mengenai beberapa standar kompetensi yang harus dimiliki guru. Keempat kompetensi guru tersebut harus terus dikembangkan apalagi di era digital seperti ini. Kompetensi guru yang berkembang juga akan berpengaruh pada kualitas pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik. Lantas, bagaimana upaya untuk meningkatkan kompetensi guru tersebut di era digital? Simak penjelasan berikut ini Mengikuti MGMP MGMP adalah musyawarah guru mata pelajaran sebagai himpunan guru yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru baik melalui diskusi maupun pelatihan. MGMP biasanya dilakukan oleh guru bidang studi yang sama untuk kemudian saling bertukar pendapat maupun pengalaman. MGMP sendiri bertujuan untuk meningkatkan minat guru untuk meningkatkan kemampuan dalam mempersiapkan, melaksanakan dan evaluasi program serta mengembangkan proses belajar mengajar untuk menunjang kegiatan pendidikan. Nah, dengan mengikuti MGMP harapannya guru bisa mengembangkan keempat standar kompetensi baik pedagogik, kepribadian, profesional, maupun sosial. Mengikuti Workshop Workshop adalah kegiatan diskusi disertai praktek di mana sekelompok orang berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka. Kegiatan workshop bisa dilakukan secara langsung maupun secara online. Wokrshop secara online sekarang sering diadakan oleh beberapa media pelatihan. Nah, guru bisa melakukan workshop sebagai ajang untuk mengembangkan kompetensinya. Di era digital, guru diharapkan aktif mengikuti workshop baik di sekolahnya maupun secara online. Mengikuti kursus atau pelatihan komputer Seorang guru belum semua bisa menguasai komputer. Nah, bisa disarankan untuk mengikuti kursus ya. Karena sekarang juga banyak kursus komputer yang menawarkan berbagai pelatihan seperti pelatihan Ms. Excel, Ms. Power Point, maupun pelatihan yang lainnya. Ketrampilan ini juga bisa menunjukkan keprofesionalan seorang guru bahwa guru bisa menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Demikian penjelasan mengenai kompetensi guru dan upaya meningkatkan kompetensi guru. Sebagai guru diharapkan terus mengembangkan segala kemampuan yang dimiliki guna peningkatan kompetensi guru. Semangat para guru! Daftarkan diri Anda sebagai anggota dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member