TUHANPASTI MAU DAN MAMPU MENGATASI MASALAH KITA. Adanya berbagai masalah dan pergumulan hidup yang kita hadapi setiap hari membuktikan betapa sangat perlu dan penting kita membutuhkan Tuhan; tetapi selain itu merupakan sarana untuk menguji iman dan kekuatan kehendak kita untuk mempercayai FIRMAN Tuhan. Kejadian - kejadian dalam kehidupan kita tampak variatif
Fil4:13hidup adalah perjuangan, dan banyak masalah yang kita hadapi namun, bersama Dia kita bisa mengatasi semuanyatetap percaya dan berharaptetap bersandar
NilaiPraksis Pancasila - Hallo teman-teman Kembali lagi di kita akan membahas mengenai Nilai Praksis Pancasila, yuk simak []
Elliotet al (1999, h. 301) menyatakan bahwa Problem Solver yang baik memiliki karakteristik berikut ini: sikap positif, mempunyai perhatian atas faktor akurasi, kebiasaan untuk memecahkan masalah-masalah menjadi beberapa bagian, menghindari sikap duga-duga (guessing) dan pemecahan masalah secara aktif (active problem solving).
Keputusanpada dasarnya ditujukan untuk memecahkan masalah, karena itu setiap alternatif solusi hendaknya tepat untuk masalah yang dituju. 2. Setiap keputusan hendaknya merupakan alternatif terbaik dengan resiko yang amat minial. 3. Keputusan hendaknya sudah mempertimbangkan lingkup dan resiko secara sistematik dan sistemik. 4.
Persoalanekonomi dan kesejahteraan sosial masih menjadi masalah utama di Indonesia. Berikut ini beberapa contoh permasalahan ekonomi yang telah dirangkum oleh Ekonom Senior Indef, Nawir Messi: 1. Urgensi Memperbaiki Kuantitas dan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi. Indef mencatat, Indonesia mengalami pertumbuhan dengan rata-rata laju 5,27 persen
Halini memang biasa terjadi pada masalah pemasaran, persaingan harga dapat merugikan usaha yang kita geluti, akan banyak pelanggan yang akan kabur dan memikih produk yang sama dan memiliki harga yang lebih murah, jika ini terjadi, ada dua hal yang dapat di lakukan, pertama Anda dapat menurunkan harga prduk yang Anda tawarkan, atau harga tetap namun kualitas dan kuanitas yang Anda berikan untuk di perbaiki, perilah pelayanan dan kualitas yang jauh lebih baik dari saingan Anda, maka produk
JikaAnda mendapati bisnis yang sepi dan tidak berkembang, yang harus Anda lakukan adalah fokus dan pikirkan strategi baru untuk mengembangkan bisnis. 5. Perang Harga. Ini adalah masalah yang sering terjadi saat ini. Banyaknya pesaing yang berani memberikan harga lebih murah, membuat Anda ingin menurunkan harga jual.
Translationsin context of "MAMPU MENGATASI MASALAH TERSEBUT" in indonesian-english. HERE are many translated example sentences containing "MAMPU MENGATASI MASALAH TERSEBUT" - indonesian-english translations and search engine for indonesian translations.
ugnAtl. Aug 20, 2021 • 2 Min ReadSumberfauxels dari tantangan yang dihadapi oleh seorang pemimpin. Pemimpin harus bisa memiliki sikap adil dan bijaksana sehingga keputusan yang diambil tidak akan membuat kesalahan yang fatal ke depannya. Apabila pemimpin gagal dalam mengatasi permasalahan internal dan eksternal, dipastikan akan ada risiko yang harus diterima. Pemimpin adalah orang yang memiliki keahlian dalam memimpin dan mengelola internal agar seluruh hambatan pencapaian visi dan misi dapat terselesaikan. Dalam sebuah kelompok atau organisasi pasti akan ada tujuan, visi, dan misi yang sama sehingga diperlukan pemimpin untuk mengatur agar tujuan, visi, dan misi dapat berjalan dengan baik. Setiap manusia pasti mempunyai jiwa kepemimpinan, mulai dari tingkat sekolah, keluarga, masyarakat, bahkan negara. Baca juga Ilmu Leadership Ala Greysia dan ApriyaniPemimpin yang baik memiliki kemampuan untuk mengatur berjalannya tujuan, visi, dan misi dengan baik, mengingatkan kepada anggota lainnya mengenai pembagian tugas yang sudah dimusyawarahkan, mengatasi masalah dan hambatan dalam pelaksanaan tugas, memiliki kebijaksaan dan adil tidak berpihak pada salah satu anggota, mampu mengumpulkan ide/gagasan dari anggota lain, memiliki rasa percaya diri, menjadi teladan bagi anggota lainnya, memberikan semangat dan motivasi kepada anggota agar ada api membara dalam jiwa ketika melaksanakan tugasnya. Dalam kumpulan/organisasi pasti akan ada masalah yang dihadapi, maka pemimpin harus turun tangan dalam menyelesaikannya. Baik masalah internal maupun eksternal. Sumber Christina Morillo dari Dyani Ayu Aisyah, seorang Quality Assurance Software Leader, kiat pemimpin ketika mendapatkan masalah dan hambatan dalam suatu organisasi atau kelompok, pemimpin melakukan rapat bersama anggota. Saat melaksanakan rapat tersebut pemimpin membuat susunan kendala dan risiko yang akan mungkin terjadi dari tindakan/tugas yang sudah diberikan/disepakati sebelumnya. Membahas mengenai permasalahan personal ketika terdapat hambatan dalam melaksanakan tugas atau bisa disebut evaluasi tugas, kemudian membahas inti permasalahan, dan mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi. Setelah mendapatkan jalan keluar maka mengambil pemimpin berhak untuk mengambil keputusan yang sudah disepakati dan tidak memihak pada seseorang serta dapat diterima keputusan pemimpin oleh semua pihak. Cara untuk mengatur tugas para anggota dan bekerja sama dengan anggota adalah sebagai pemimpin bisa mendefinisikan setiap anggotanya, setiap orang memiliki tugas dan kapasitas berbeda. Misalnya ada seseorang yang pintar analisis tetapi kurang sabar sehingga diperlukan pendampingan agar lebih sabar dan analisisnya tepat serta nyaman saat melakukan tugasnya. Baca juga Kepemimpinan Etis Apa Maksudnya dan Kenapa itu PentingMemberi tahu pembagian tugas, jadi anggota mendapatkan porsi yang sama, tidak ada yang ebih gampang dan lebih susah, maka akan lebih mudah untuk mendiskusikan suatu hal. Menjalin komunikasi yang baik. Memberikan apresiasi kepada anggota yang berhasil mengerjakan tugasnya, sehingga nyaman dan lebih semangat untuk melaksanakan tugas berikutnya karena anggota merasa dihargai atas pencapaiannya. Sumber Mikhail Nilov dari Intan Fadillah, ketua OSIS SMAI Annur Bekasi periode 2017/2018, kiat pemimpin ketika mendapatkan masalah dan hambatan dalam suatu organisasi adalah mendiskusikan kepada anggota BPH/Badan Pengurus Harian. Mendiskusikan solusi/meminta masukan kepada yang lebih senior seperti pembina OSIS, guru/kepala sekolah yang berkaitan dengan masalah/hambatan tersebut. Solusi yang dapat dilakukan pemimpin ketika tujuan, visi, dan misi tidak tercapai adalah untuk program yang sudah ditentukan berusaha untuk memulai/menjalankan program tersebut bersama anggota, berusaha mencari solusi terbaik untuk menuntaskannya baik tetap dilaksanakan maupun dihentikan dengan alasan yang jelas sesuai dengan kondisi dan situasi. Mengupayakan sebaik mungkin demi terwujudnya tujuan, visi, dan misi yang telah disepakati. Meminta maaf jika apa yang sudah dijalankan kurang maksimal dan hal tersebut bisa menjadi pelajaran untuk anggota OSIS berikutnya. Hal apapun yang kurang dari angkatan 2017/2018 menjadi pelajaran dan dapat ditingkatkan di angkatan berikutnya. Baca juga Apakah Anda Mengenal Betul Diri Anda Sendiri?Sumber Los Muertos dari seorang pemimpin yang gagal dalam menyelesaikan tugasnya dalam mengatur para anggotanya adalah pemimpin perlu membicarakan dengan anggota BPH untuk mencari solusi bersama terkait kendala yang ada di dalam anggota. Pendekatan dilakukan ke anggota yang bersangkutan, mencari tahu alasan dan memberikan solusi. Jika tidak ada perubahan setelah ditegur dengan baik, maka anggota tersebut dikeluarkan demi tetap berjalannya suatu program. Sebisa mungkin diberhentikan dengan baik tanpa merendahkan salah satu anggota/individu tersebut. Menurut Salman Haafizh, ketua OSIS SMAI Annur Bekasi periode 2018/2019, kiat pemimpin ketika mendapatkan masalah dan hambatan dalam suatu organisasi atau kelompok adalah pemimpin melakukan evaluasi saat rapat bersama dengan anggota, kemudian mencari solusi. Dalam mencari solusi, pemimpin tidak berpikir sendiri melainkan kolektif bersama rekan terkait apa saja tugas yang sudah dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Selanjutnya, pemimpin harus mengambil keputusan, saat pengambilan keputusan tidak dipengaruhi oleh banyaknya yang setuju, tetapi menggunakan logika dan pertimbangan atas risikonya. Pemimpin dapat membuat rencana pribadi untuk mengantisipasi apabila keputusan sebelumnya yang sudah diambil kurang efektif dalam menyelesaikan masalah dan hambatan. Baca juga Tetap Objektif Walaupun Harus Evaluasi Diri SendiriSumber Anthony Shkraba dari yang dapat diambil apabila tujuan, visi, dan misi tidak tercapai adalah mencari informasi lengkap terlebih dahulu. Introspeksi diri, mungkin permasalahan tersebut ada pada diri sendiri. Pastikan visi misi sudah benar dan dapat diterima oleh seluruh anggota/rekan. Pemahaman kembali terhadap tujuan, visi, dan misi yang harus dicapai. Melakukan aksi yang efektif sesuai dengan masalahnya. Ketika pemimpin gagal mengatur anggotanya, dalam kasus yang sudah gagal dalam memimpin, ucapan dan pemikirannya antara tidak diterima atau tidak lagi diindahkan oleh anggota. Maka, keputusan dapat diserahkan kepada dewan. Pemimpin yang gagal akan dicabut ototritasnya dan digantikan pemimpin yang baru. Apabila kegagalan bukan hal yang paling gagal, maka dilakukan perubahan sikap secara pola pikir dan mental yang mampu mengubah pandangan orang lain agar pemimpin dapat kembali dipercaya dan yakin, ide dan gagasan yang matang memerlukan aksi yang tajam. Dalam permasalahan ini, biasanya pemimpin dapat mengonsultasikan kepada jabatan yang lebih di atasnya seperti pembina OSIS atau kepala sekolah untuk mendapatkan ide dan wawasan yang baru. Tambahan dari beliau saat di dunia kerja, anggota memiliki kemampuan dan minat yang menunjang pekerjaan, ketika mendapat masalah yang pertama dapat dilakukan adalah rapat mengenai masalah tersebut karena kesalahan manusia atau di luar dari anggota/kesalahan sistem. Pemimpin harus lebih paham permasalahan atau kendala itu seperti apa, di saat anggota memahami poin A dan anggota lain memahami poin B maka pemimpin harus paham seluruh poinnya. Pemimpin memberikan pemahaman ke anggota dan memastikan anggota memahami dan mengerti. Baca juga Bagaimana Anda Bisa Menjadi Seorang Pemimpin yang Berempati?Memimpin di sekolah dan di dunia kerja sangatlah berbeda, dalam dunia kerja bawahan sudah pasti patuh karena hidup menjadi taruhannya, jadi solusi untuk menghadapi kegagalan memimpin anggota adalah membuat keputusan yang tegas. Cara pemimpin untuk bisa saling kerja sama dengan anggotanya, membuat kesan yang harmonis. Banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang pemimpin. Pemimpin harus bisa memiliki sikap adil dan bijaksana sehingga keputusan yang diambil tidak akan membuat kesalahan yang fatal ke depannya. Apabila pemimpin gagal dalam mengatasi permasalahan internal dan eksternal dipastikan akan ada risiko yang harus diterima. Pemimpin harus memiliki banyak cara agar tujuan, visi, dan misi tetap berjalan dengan lancar serta mencapai target yang diharapkan. Apakah Anda siap untuk menjadi pemimpin?Seorang pemimpin harus tanggap dalam menghadapi segala kondisi. Tonton video di bawah ini untuk belajar lebih lanjut mengenai kepemimpinan adaptif!
Unduh PDF Unduh PDF Setiap orang punya masalah yang berbeda. Bahkan, orang paling kaya di dunia tetap menghadapi tantangan saat menjalani keseharian. Adakalanya, masalah terasa sangat berat dan sepertinya tidak ada solusinya. Namun, Anda bisa mengatasi masalah dengan bertanggung jawab atas penyebabnya dan berusaha memperbaiki keadaan dengan cara yang bijak. 1 Berusahalah menenangkan diri. Wajar jika Anda bereaksi impulsif saat menghadapi masalah, tetapi ingat, Anda berisiko mengambil keputusan yang keliru jika bersikap seperti ini.[1] Sebelum menentukan solusi untuk mengatasi masalah, kendalikan emosi agar Anda tetap tenang dan mampu menghadapi masalah yang sedang terjadi. Sambil bernapas dalam-dalam, ucapkan berulang-ulang dalam hati "ri" sambil menarik napas dan "leks" sambil membuang napas. Langkah ini bermanfaat menormalkan detak jantung dan membuat Anda merasa tenang.[2] Katakan kepada diri sendiri, "Aku mampu menghadapi masalah ini. Meskipun sulit, aku bisa mengatasinya." 2 Bertanggungjawablah atas masalah yang terjadi. Terimalah kenyataan bahwa Anda sedang menghadapi masalah, lalu akui peran Anda dalam masalah ini.[3] Dengan demikian, Anda mampu mengatasi masalah secara aktif dan bijaksana.[4] Rumuskan masalah yang dihadapi dan penyebabnya agar Anda bisa melakukan evaluasi, menerima kenyataan, dan mengatasi masalah. Contohnya, jika Anda dikenakan penalti karena terlambat membayar cicilan rumah, terimalah kenyataan bahwa Anda bertanggung jawab atau setidaknya ikut berperan dalam hal ini.[5] Contoh lain, jika nilai ujian Anda buruk, akui bahwa Anda memiliki andil sehingga tidak lulus ujian. 3 Lakukan evaluasi sebelum memberikan respons. Saat menghadapi masalah, tetapi Anda tidak bisa memastikan apa atau siapa penyebabnya, sempatkan berpikir sebelum berbicara atau bertindak. Jika Anda ingin menyalahkan orang lain sebagai pemicu masalah, terutama saat sedang kesal atau bingung, ingatlah bahwa sikap ini tidak bermanfaat, bahkan bisa memperbesar masalah.[6] Alih-alih, luangkan waktu untuk mencari tahu penyebabnya. Apakah karena faktor eksternal orang lain atau hal-hal yang tidak bisa Anda kendalikan, faktor internal tindakan yang Anda lakukan atau tidak dilakukan, atau gabungan keduanya. Contoh faktor eksternal jika seseorang menabrak mobil Anda yang sedang diparkir di tempat parkir, masalah ini terjadi karena faktor eksternal. Anda tidak menyebabkan kecelakaan ini dan Anda tidak mampu mencegahnya. Contoh faktor internal jika Anda terlambat masuk kantor karena mematikan alarm beker berkali-kali, masalah ini terjadi karena faktor internal. Dalam situasi seperti ini, akui kesalahan Anda sehingga terlambat tiba di kantor agar masalah tidak terulang lagi. Contoh faktor gabungan jika presentasi kelompok Anda mendapat nilai buruk, mungkin semua anggota kelompok harus meningkatkan kemampuan menyusun materi dan menyampaikan presentasi, alih-alih hanya salah satu atau beberapa orang. Akui peran Anda dalam masalah ini, lalu lakukan sesuatu untuk menunjukkan sikap bertanggung jawab. 4 Tentukan solusi instan. Sering kali, masalah harus segera diatasi dengan melakukan tindakan yang langsung berdampak. Anda bisa menentukan solusi instan jika menghadapi masalah dengan tenang dan berpikir jernih. Bernapaslah dalam-dalam sebelum bereaksi. Berusahalah mengevaluasi situasi yang sedang terjadi dan pertimbangkan berbagai informasi yang relevan secepat mungkin.[7] Contohnya, jika tangki air kloset di rumah Anda terus mengalir, periksa posisi tuas di samping tangki atau katup penutup lubang di dasar tangki untuk mencari tahu penyebabnya. Contoh lain, jika seseorang yang terkesan beringas memaki Anda, solusi terbaik adalah segera menjauhkan diri. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan solusi terbaik. Contohnya, jika polis asuransi mobil Anda sudah kedaluwarsa, tetapi Anda belum menerima pemberitahuan tentang perpanjangan polis, telepon perusahaan asuransi agar polis segera diperpanjang.[8] Tentukan beberapa solusi yang bisa mengatasi masalah, lalu tentukan yang paling tepat.[9] Contohnya, jika air terus mengalir dari tangki kloset, segera tutup keran air yang menuju kloset, lalu telepon teknisi pipa air. Cara lain, berusahalah menghentikan aliran air dengan menurunkan katup agar lubang di dasar tangki tertutup rapat. Jika tidak berhasil, matikan keran yang menuju toilet, lalu telepon teknisi pipa air. Pertimbangkan pendapat orang lain jika masalah yang dihadapi melibatkan orang lain.[10] 5 Lakukan identifikasi kebiasaan yang memicu masalah. Jika Anda sempat duduk tenang sambil mencari tahu penyebab masalah tanpa menyalahkan orang lain, Anda bisa menyadari adanya pola perilaku yang menimbulkan masalah. Langkah ini membantu Anda menentukan solusi yang lebih efektif. Tulis hal-hal yang menjadi sumber masalah, misalnya, "membayar tagihan tepat waktu" atau "mencapai performa terbaik di kantor/sekolah". Tentukan apa yang bisa diubah agar Anda siap bertindak untuk mengatasi masalah. 6 Tentukan sasaran yang ingin dicapai agar masalah teratasi. Salah satu cara mengatasi masalah adalah menentukan tindakan yang bisa dilakukan dan sasaran spesifik yang realistis.[11] Tentukan sasaran sesuai kriteria SMART agar masalah bisa diatasi. SMART merupakan inisial kata specific spesifik, measurable terukur, attainable bisa dicapai, realistic realistis, time bound bertenggat. Sebagai contoh, Anda ingin mencari solusi untuk melunasi tunggakan cicilan rumah. Untuk itu, rumuskan sasaran tertulis, "Aku ingin melunasi tunggakan cicilan rumah dalam waktu 2 bulan. Aku akan menghubungi karyawan bank yang menangani urusan ini untuk meminta perpanjangan tenggat pelunasan cicilan dan menanyakan cara memperbaiki kredibilitas agar terbebas dari daftar hitam." Rumuskan masalah yang sedang dihadapi dan solusinya di secarik kertas. Anda akan lebih gigih mengatasi masalah jika ada sarana visual berupa sasaran tertulis, misalnya "Selama ini, aku menggunakan uang seenaknya sehingga tidak mampu membayar cicilan rumah. Mulai sekarang, aku harus mengatur pengeluaran uang secara bijak dan memulihkan kredibilitas." 7 Tentukan ekspektasi yang realistis. Salah satu cara efektif mengatasi masalah adalah mengharapkan penyelesaian yang masuk akal.[12] Keinginan mewujudkan solusi yang tidak realistis bisa memicu masalah baru dan stres.[13] Pertimbangkan realistis tidaknya ekspektasi Anda dengan meninjau ulang sasaran yang sudah ditentukan untuk mengatasi masalah. Contohnya, rencana melunasi tunggakan cicilan mobil yang sangat besar mungkin tidak bisa terlaksana dalam 2-3 bulan sebab Anda harus membeli kebutuhan sehari-hari dan membayar tagihan yang lain. Oleh sebab itu, pertimbangkan kemungkinan mendiskusikan hal ini dengan kreditur, pasangan, atau konsultan keuangan guna menentukan cara terbaik mengatasi masalah. Ingatlah bahwa stres bisa menghambat penyelesaian masalah. Mengharapkan solusi yang realistis bisa mengurangi stres.[14] 8 Percayalah kepada diri sendiri. Saat menghadapi masalah, sikap negatif dan mengeluh tidak ada gunanya. Anda mampu menentukan solusi yang tepat jika percaya kepada diri sendiri dan kemampuan Anda menghadapi masalah secara bijak.[15] Berikan motivasi kepada diri sendiri untuk meningkatkan kegigihan saat menghadapi kesulitan dengan mengingat keberhasilan Anda mengatasi masalah. Sisihkan waktu untuk mengingat hal-hal positif dalam kehidupan Anda. Langkah ini membantu Anda melihat masalah secara objektif dan memberikan keyakinan bahwa Anda mampu mengatasi tantangan.[16] Ucapkan afirmasi positif kepada diri sendiri, misalnya, "Aku kurang menguasai matematika, tetapi untuk mata pelajaran yang lain, aku selalu mendapat nilai A. Aku akan ikut kursus matematika supaya aku menjadi siswa berprestasi." Bertemanlah dengan orang-orang yang menghargai kemampuan Anda dan membuat Anda lebih termotivasi untuk mengatasi masalah dengan cepat dan solusi yang tepat. Iklan 1 Lakukan tindakan. Cara terbaik mengatasi masalah adalah melakukan tindakan secepatnya. Setelah melakukan identifikasi masalah dan menentukan sasaran untuk mengatasinya, lakukan tindakan untuk mencapai sasaran tersebut.[17] Tunjukkan kesediaan untuk mengatasi masalah. Contohnya, jika Anda tidak bisa membayar cicilan mobil tepat waktu, hubungi kreditur atau perusahaan pemberi pinjaman untuk menjelaskan masalah yang Anda hadapi. Tanyakan solusi terbaik untuk kedua belah pihak. Contoh lain, jika performa kerja Anda dinilai kurang baik, buat janji untuk bertemu atasan guna mendiskusikan cara meningkatkan performa kerja. Jangan bersikap impulsif saat bertindak. Contohnya, jika teman menggosipkan Anda, buat draf surel yang membahas perilakunya. Sebelum dikirim, simpan draf surel sampai besok supaya Anda tidak mengatakan sesuatu yang akhirnya disesali. 2 Berusahalah mencapai sasaran dan lakukan tindakan sebaik mungkin. Pastikan Anda selalu berperilaku positif saat menghadapi masalah. Langkah ini sangat dibutuhkan untuk mencapai sasaran dengan melakukan tindakan guna mengatasi kendala. Ingatkan diri sendiri bahwa Anda akan membaca lis masalah dan sasaran yang ingin dicapai agar mampu mengatasi masalah. Ajaklah berdiskusi teman, anggota keluarga, dan orang-orang yang terlibat guna menentukan solusi terbaik. Buat janji dengan konselor atau pakar kesehatan mental. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan konselor berlisensi jika mengalami stres berat atau depresi sehingga tidak mampu menentukan cara mengatasi masalah.[18] 3 Jangan bersikap negatif. Ingatlah bahwa pola pikir negatif bisa menurunkan kemampuan mengatasi masalah. Salah satu cara efektif mengatasi kendala adalah mengubah pemikiran negatif tentang masalah menjadi hal yang bermanfaat.[19] Manfaatkan pengalaman menghadapi masalah sebagai pelajaran berharga. Contohnya, jika Anda tidak bisa membayar cicilan rumah karena uangnya terpakai untuk bersenang-senang, sadari bahwa perilaku tersebut membawa akibat buruk bagi diri sendiri. Ubah perilaku negatif yang memicu masalah dengan mengubah pola pikir saat menghadapi kendala. Contohnya, jika Anda enggan mengikuti pelajaran sejarah, tetapi kelas berikutnya adalah pelajaran favorit, anggaplah pelajaran sejarah sebagai batu loncatan menuju momen menyenangkan yang ditunggu-tunggu. Langkah ini bisa memperbaiki perilaku sehingga Anda mau memperhatikan pelajaran sejarah dan memperoleh nilai yang bagus. 4 Sambutlah perubahan positif. Jika Anda sudah menyadari penyebab masalah dan menentukan sasaran untuk mengatasinya, kemungkinan besar kehidupan Anda akan berubah ke arah yang positif. Bersiaplah mengalami perubahan ini dan dampaknya yang bermanfaat mengatasi masalah.[20] Menghadapi kendala dengan melihat aspek positifnya bisa mengubah pola pikir sehingga Anda mampu memutuskan solusi terbaik untuk mengatasi masalah. Contohnya, "Aku ingin melanjutkan kuliah di universitas favorit, tetapi karena nilai raporku buruk, aku harus belajar lebih giat untuk memperbaiki nilai agar aku diterima di universitas favorit." Jangan takut menghadapi perubahan dan ingatkan diri sendiri bahwa perubahan ini membantu Anda mengatasi masalah.[21] Gunakan kalimat positif, misalnya, "Aku berusaha mengatasi masalah dengan cara yang bermanfaat. Solusinya butuh waktu, tetapi aku sudah mengambil keputusan yang tepat." 5 Terimalah kegagalan. Saat mengatasi masalah, bersiaplah menerima kenyataan seandainya sasaran tidak tercapai.[22] Akui bahwa Anda gagal, lakukan tindakan untuk mengatasinya, lalu lanjutkan rencana untuk mengatasi masalah. Jangan menuntut orang lain memenuhi keinginan Anda jika solusi masalah melibatkan orang lain. Contohnya, Anda bisa menulis surel kepada teman yang menggosipkan Anda untuk mengatasi masalah, tetapi jangan berharap ia meminta maaf.[23] Harapkan solusi sebatas yang mampu Anda kendalikan. Contohnya, Anda tidak bisa memastikan bahwa teman yang bergosip akan meminta maaf setelah membaca surel. Contoh lain, Anda tidak mampu menentukan respons kreditur setelah Anda mengajukan permohonan perpanjangan tenggat pelunasan tunggakan cicilan mobil.[24] 6 Jangan menyerah. Adakalanya, Anda perlu bersabar sampai masalah teratasi. Berusahalah melakukan tindakan nyata untuk mencapai sasaran yang sudah ditentukan. Langkah ini membantu Anda mengatasi kendala dengan cara yang bijak.[25] Bersikaplah positif. Cara ini terbukti membawa perbaikan. Oleh sebab itu, jalankan rencana secara konsisten dan tetap bersikap positif saat menghadapi kendala agar Anda mampu mengatasi masalah sebaik mungkin.[26] Contohnya, jika Anda belum mendapat nilai A, jangan putus asa. Setiap kali nilai meningkat, ini berarti progres yang baik. 7 Jalani kehidupan yang seimbang. Masalah dalam kehidupan sehari-hari bisa memicu kelelahan fisik dan mental. Oleh sebab itu, sisihkan waktu untuk beristirahat dan memikirkan hal-hal yang lain. Kehidupan yang seimbang membantu Anda mengatasi masalah dengan baik.[27] Sempatkan rehat saat menjalani keseharian, misalnya untuk berjalan kaki atau joging. Langkah ini bisa mengalihkan pikiran dari masalah dan membantu Anda menentukan solusi terbaik.[28] Luangkan waktu untuk menyendiri atau berkumpul bersama orang-orang terkasih. Manfaatkan momen ini untuk mengingatkan diri sendiri bahwa Anda memiliki dukungan dan mengapa Anda ingin mengatasi masalah.[29] Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Jika kamu ingin menjadi seorang karyawan yang dapat dipercaya, meningkatkan kemampuan problem solving merupakan sebuah kewajiban. Bagaimana tidak? Seiring berkembangnya zaman, perusahaan akan menemukan berbagai permasalahan baru yang perlu mereka tuntaskan. Maka dari itu, terlepas dari jabatan dalam perusahaan, keahlian ini akan sangat penting bagi kariermu di masa-masa mendatang. Namun, untuk menjadi seorang problem solver yang efektif membutuhkan waktu yang lama. Kamu harus bisa berpikir sistematis dan logis dalam waktu yang sama. Tak hanya itu, kamu juga harus bisa menggunakan pengalamanmu dalam saat sedang mencari jalan pintas untuk menyelesaikan persoalan. Nah, agar bisa jadi problem solver andal dalam waktu yang ringkas, berikut 10 cara meningkatkan kemampuan problem solving yang bisa kamu lakukan. Cara Meningkatkan Kemampuan Problem Solving 1. Berpikir positif © Banyak orang yang tidak mampu berpikir jernih saat pertama kali dihadapkan dengan masalah. Maka dari itu, agar bisa meningkatkan kemampuan problem solving, kamu wajib membiasakan diri untuk selalu berpikir positif. Sebab, saat sudah merasa lebih tenang, secara perlahan kamu akan melihat titik terang untuk menyelesaikan masalah. Berpikir positif memang terdengar klise. Akan tetapi, hal ini terbilang cukup susah untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah bahwa tidak ada persoalan yang tidak memiliki jalan keluar. Jika kamu mencoba mengingatnya setiap menghadapi kebuntuan, seiring waktu kamu akan terbiasa untuk berpikir positif. Lalu, ingat saja, bahwa setiap kamu menemukan rintangan, mindset yang positif adalah langkah awal menuju penuntasan masalah tersebut. Nah, agar kamu bisa terus berpikiran positif di tempat kerja, pelajari langkah-langkahnya yang sudah Glints sediakan untukmu dalam artikel ini. 2. Identifikasi masalah © Setelah memiliki mindset positif, cobalah untuk identifikasi inti dari permasalahan saat kamu menemukan rintangan baru. Seperti pada tips sebelumnya, mengidentifikasi masalah juga tidak sesederhana yang kamu bayangkan. Kebanyakan orang hanya berkutat di permukaan dan tidak menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Hal ini mengakibatkan masalah baru yang bisa menumpuk di masa mendatan. Lalu, bagaimana caranya untuk bisa melakukan problem solving secara efektif hingga ke akar permasalahan? Menurut Masterclass, salah satu caranya adalah dengan mengidentifikasi masalah dengan mengajukan banyak pertanyaan. Berlatihlah memilih pertanyaan-pertanyaan tepat yang bisa menguak sumber permasalahan. Jangan banyak berasumsi dan menebak sebelum mengambil keputusan. Problem solver yang baik selalu mengawali meneliti inti dari masalah yang mereka temukan. 3. Brainstorming © Cara berikutnya untuk meningkatkan skill problem solving-mu adalah dengan melakukan brainstorming secara aktif. Jika kamu belum memahami apa itu brainstorming, istilah tersebut mengacu pada kegiatan di mana sebuah tim berusaha untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menemukan ide-ide baru. Saat melakukan brainstorming, penting bagi tim untuk tidak mengkritisi setiap ide yang muncul, baik itu berasal dari diri sendiri atau dari rekan setim. Jika kamu mempunyai sebuah ide, jangan ragu untuk mengungkapkannya. Sebab, idemu itu bisa menjadi solusi yang jitu. Nah, sejatinya, proses brainstorming-mu dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien, dengan mengikuti langkah-langkah tertentu. Penasaran seperti apa? Pelajari selengkapnya dalam artikel ini yang sudah Glints susun untukmu. 4. Evaluasi © Tidak seperti brainstorming, proses evaluasi adalah tahap problem solving yang kerap dilupakan oleh semua orang. Padahal, evaluasi dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi kamu dan tim saat menemukan masalah baru di masa-masa mendatang. Cara melakukannya tidak sulit, kok. Pertama, kamu harus mengevaluasi ide-ide yang ditemukan saat brainstorming. Yang perlu dievaluasi di sini adalah pengaruh yang diberikan ide untuk penuntasan masalah. Dengan kata lain, pikirkan apakah ide tersebut dapat menyelesaikan masalah secara efektif atau tidak? Hal berikutnya yang harus kamu perhatikan adalah kerumitan dari ide tersebut. Kerumitan bukan tentang seberapa sulit ide tersebut untuk diimplementasikan. Namun, ia lebih mengenai jumlah waktu dan sumber daya yang kamu miliki. Bisakah ide tersebut berhasil dalam pada jangka waktu yang kamu miliki? Apakah ide tersebut bisa direalisasikan dengan budget yang kamu miliki? Hal tersebut harus kamu jawab terlebih dahulu. 5. Periksa kembali © Jika ingin meningkatkan kualitas dari keahlian problem solving, kamu harus senantiasa melacak progres ide-ide kamu, sesuai kata CMOE. Kamu harus selalu bertanya, apakah masalah sudah teratasi? Apakah rencana yang dibuat sudah dilaksanakan dengan baik? Terkadang, kamu akan mengetahui apakah solusimu benar-benar bekerja dengan baik selama tahap eksekusi. Jika masalah tetap terjadi, jangan berkecil hati. Kembali lakukan tahap identifikasi masalah bersama timmu untuk mencari solusi lain yang lebih efektif. 6. Kembangkan ide lain © Setelah mengetahui bahwa solusi yang diberikan berhasil, problem solver yang andal tidak akan berdiam dan mengambil waktu rehat. Daripada menunggu masalah baru hadir, biasanya, yang ia lakukan adalah memikirkan ide-ide solutif baru. Seperti diungkapkan Life Hack, hal ini dilakukan dengan cara berevaluasi dan mengembangkan ide lama dengan inisiatifmu sendiri. Bila kamu secara aktif terus mengembangkan ide-ide baru, dijamin kemampuan problem solving-mu akan meningkat tanpa disadari. 7. Manfaatkan mind mapping © Cara efektif selanjutnya untuk meningkatkan kemampuan problem solving adalah dengan memanfaatkan metode mind mapping. Bagi kamu yang belum tahu, mind map adalah gambaran visual dari suatu masalah dan kemungkinan terbaik untuk solusinya. Menurut CMOE, metode ini mampu membantu memfokuskan pikiran, merangsang otak, dan memetakan berbagai informasi agar kamu bisa memahami masalah dengan lebih mudah. Tak hanya itu, mind mapping juga bisa menjadi cara yang ampuh, lho, untuk tingkatkan kemampuan berpikir kreatif. Akan tetapi, seperti apa cara untuk melakukan mind mapping yang baik? Lalu, apakah ada strategi khusus untuk menjalankan metode tersebut? Tenang, kamu bisa pelajari selengkapnya dalam artikel ini. Yuk, dibaca! 8. Pelajari cara orang lain menyelesaikan masalah © Mempelajari cara orang lain menyelesaikan masalah mereka juga dapat menjadi cara yang ampuh untuk meningkatkan soft skill problem solving. Strategi ini ternilai jitu karena langkah yang diambil rekan kerjamu bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi pengembangan kemampuan problem solving kamu ke depannya. Bahkan, agar bisa lebih efektif, tanyakan pada orang-orang yang lebih berpengalaman terkait cara mereka menyelesaikan masalah, seperti atasanmu di kantor. Pemimpin yang baik sudah pasti akan memiliki kemampuan problem solving yang mumpuni. 9. Gabung dalam proyek-proyek baru di kantor © Menurut laman Life Hack, apabila kamu ingin meningkatkan skill problem solving, gabunglah dalam proyek-proyek baru di kantor. Mengapa demikian? Sebab, dengan menempati diri pada situasi yang asing, secara otomatis kamu akan terdorong untuk beradaptasi dan berimprovisasi. Tak hanya itu, proyek-proyek ini juga pastinya akan hadir dengan berbagai masalah baru. Di sini lah kamu bisa melatih kemampuan problem solving secara langsung. Perlu kamu ketahui bahwa problem solving merupakan skill yang sifatnya praktis. Ia perlu diasah dengan kondisi yang riil agar bisa berkembang dengan baik. 10. Bermain gim asah otak © Cara terakhir untuk meningkatkan kemampuan problem solving adalah dengan memainkan gim-gim khusus asah otak. Gim-gim asah otak ini merupakan sarana yang seru dan tidak membosankan untuk tingkatkan skill problem solving. Bahkan, ia juga bisa menjadi langkah yang jitu untuk mempertajam kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Nah, memangnya, apa saja game asah otak yang dapat kamu mainkan? Tenang, Glints sudah rangkum contoh-contoh terbaiknya dalam artikel yang ringkas untukmu. Yuk, klik link ini dan baca artikelnya sekarang juga! Itulah kesepuluh cara terbaik yang dapat kamu ikuti untuk meningkatkan kemampuan problem solving. Bagaimana tips-tips yang Glints berikan tadi? Cukup menarik bukan? Intinya, kemampuan problem solving hanya bisa ditingkatkan apabila kamu terus berlatih. Semoga dengan mencoba tips-tips yang sudah Glints sediakan di atas, kamu semakin mahir dalam melakukan problem solving dan bisa menjadi pekerja yang lebih andal, ya! 6 Ways to Enhance Your Problem Solving Skills Effectively How to Develop Problem Solving Skills 4 Tips 10 Ways to Improve Your Problem-Solving Skills